Siapa yang tak kenal….!!!!

•February 9, 2010 • Leave a Comment

…..Judul diatas sengaja saya tulis ….karena mau di kasih judul mang somad…asa kumaha di kasih judul si satria….panglima…bisi salah kaprah…yah udah….aku kasih judul sapa yang ga kenal….nah ada ga yang ga kenal sosok mungil dan soleh ini…..kayanya paasti kenal yah semuanya……yah mang somad putra asli dari desa ciceuri dan beliau lah yang selalu menjadi PILOT pesawat Kijang dan BMW seri terbaruu yang selalu mengantar kan syekhuna KH.M.Abdul Gaos Saefulloh Maslul….

….mang somad sepertinya merupakan sosok penting bukan hanya bagi pangersa Bapak tapi juga bagi penyelenggara manakiban dimana saja berada…yah untuk dapat mendapatkan jadwal manakiban tentunya ikhwan akan bertanya apakah ada jadwal untuk tanggal yang diiinginkan untuk manakiban….satu hal yang paling aku suka dan kangen dari mang somad….selalu heuuureuuuiii…dan bukan hanya ketemu muka saja tapi lewat hape juga melalui sms…..banyak orang bertanya termasuk aku…apa rahasia sampai mang somad punya stamina yang kuat mengikuti syiar pangersa bapak mengembangkan manakiban dan TQN ini…ke semua penjuru alam di indonesia ini….ini jadi PR buat aku……nanti aku tanyakan….semoga mang somad sehat selalu yah dan panjang umur …aminnnnnn…..

Salahkah Bila Aku harus memilih….

•February 8, 2010 • Leave a Comment

….Bagaikan sebuah jawaban bagi diriku dan keluarga ku …dengan apa yang aku alami selama ini hidup dengan salary pas pasan..yah sabtu kemaren adiku deny mengabarkan bahwasanya aku di panggil job untuk travel agent yang besar…dan bonafide..semua infra struktur telah ada dan terpasang dengan lengkap….semua yang aku kehendaki akan dituruti dengan semua fasilitasnya….yah aku menjerit memang kepada Alloh SWt ingin sekali tidak berjauhan dengan anak dan istriku,,,,terlebih sultan yang memang sedang butuh kasih sayang  ayahnya….tak lama di jalan aku di telpon adiku,,,,,

……Manakiban  dan lain lain is okay aja katanya….yah tapi namanya aku juga punya bapak yg selalu aku tanyakan….memang semua tidak semulus apa yang kita kehendaki….semoga ini bukan bisikan syethan dan iblis yang menguji aku….karena hakekatnya aku mencari nafkah untuk mencari kesejahteraan hidup anak istriku dan ibadah kepada sang Kholik….

……hari ini hati rasanya ga karuan mesti ambil jalan yang mana….

athan sayangku…2010

•January 4, 2010 • Leave a Comment

….Setelah lama athan di bandung 2 minggu liburan bersama raja dan wifeku…dan liburan yang sangat kelabu karena hujan terus menerus melanda bandung akhirnya aku sakit dan ga bisa melayani dan menemani athan secara full….sedih rasanya berpisah dengan athan…

…..yah selam di bandung aku tak pernah maen dengan athan secara full..karena harus kerja begitu pulang dia dah tidur …satu yang aku selalu kangen sam athan suka panggil …ayah ayah….ayah endong….ya alloh swt…mudahkanlah rizki bagi hamba untuk dapat berkumpul dengan keluatga hamba….amin…obat aku capek yah athan….

MILAD ABAH KE-95 (2010)

•January 4, 2010 • Leave a Comment

Bersama pangersa Abah 24 Des 09

•December 24, 2009 • 2 Comments

……tak terasa setelah melakukan manakiban dengan Hidmat malamnya aku tertidur…dan pada saat tertidur tersebut aku bertemu dengan GURU AGUNG….WALI ALLOH…PENERUS ROSULULOH SAW…RAJA NYA PARA WALI…SYEKH KH.A.SHOHIBUL WAFA TADJUL ARIFIN,RA…dalam kejadian tersebut aku uluk salam dengan beliau …Assalamualaikum yaa Abah…Abah menjawab…wa alaikum salam Andy sambil berkata yang lain…entah apa yang diucapkan oleh beliau…sambil tersenyum kepadaku…aku pun menghampirinya sambil mencium tangan Beliau yang Mulia…dan tak lama aku berada di posisi sebelah kanan Pangersa Abah yang duduk di kursi roda..dan mang ujang..pengawal pangersa Abah sbelah kiri…tak lama aku dan mang ujang mengangkat pangersa Abah lebih kurang 1 meteran..karena suasana saat itu berada dalam masjid dan penuh dengan jamaah …sepertinya pangersa Abah menghadiri dan Memimpin manakiban…sambil memberikan tausiyah…. …….Alhamdulilah aku bermimipi lagi dengan Beliau…menurut para ahli TQN yang aku tanya sesungguhnya Rupa beliau tidak bisa diserupakan oleh mahluk apapun juga dan suci adanya….begitu aku solat zuhur hari ini aku tafakuri…ruh aku di bawa dan di bimbing oleh pangersa Abah untuk ikut manakiban bersama Beliau….hanya air mata yang bisa  menetes di mataku…aku adalah manusia yang masih jauh dari bener…dan baik…banyak dosa…semoga itu menjadi kifarat dosa dosaku kepada Alloh Swt dan KekasihNYA….

Bulan Terbelah Dua Oleh Rosullulloh SAW

•December 22, 2009 • Leave a Comment

Peristiwa Mukjizat nabi Muhammad SAW tentang terbelahnya bulan mungkin dibantah oleh orang-orang Barat karena dianggap sesuatu yang mustahil dan tidak logis; “Bagaimana mungkin benda-benda angkasa terbelah menjadi dua dan kemudian menyatu kembali sebagaimana yang kita lihat sekarang.”

Ternyata ditemukan pembuktian ilmiah terkait kejadian ini:

Continue reading ‘Bulan Terbelah Dua Oleh Rosullulloh SAW’

Nabi Luth dan Hancurnya Kaum Homo…

•November 10, 2009 • 3 Comments
Nabi Luth bin Haran bin Tarih (Azar) adalah keponakan Nabi Ibrahim a.s. Ia diutus oleh Allah swt. kepada kaumnya. Maka, mulailah ia menyeru kaumnya untuk hanya menyembah Allah swt. dan meninggalkan penyembahan kepada patung-patung berhala. Nabi Luth memulai dakwahnya dengan menanamkan tauhid sebagaimana lazimnya para nabi berdakwah kepada kaumnya. Namun, kaum Nabi Luth a.s. adalah orang-orang yang paling durhaka, paling kafir, dan paling jahat sifat dan perilakunya. Mereka gemar membegal dan menyamun. Mereka gemar melakukan hal-hal mungkar dalam pertemuan-pertemuan mereka. Di antara mereka tidak ada budaya saling menasihati untuk kebaikan. Bahkan, mereka melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh manusia sebelumnya: mereka bersenggama dengan sesama jenis. Lelaki dengan lelaki. Homoseksual. Mereka tidak mau menikahi wanita. Inilah puncak kedurhakaan kaum Luth kepada Allah swt. Nabi Luth a.s. berusaha mengembalikan kaumnya kepada penyembahan hanya kepada Allah saja. Nabi Luth juga berusaha mengembalikan kaumnya kepada fitrah manusia yang luhur. Tapi, kaumnya tidak mau berhenti dari kesesatan. Mereka tidak malu mempertontonkan perbuatan keji mereka itu. Mereka bukan saja tidak mau mendengar nasihat, bahkan menganiaya Nabi Luth. “Usirlah Luth berserta keluarganya dari negerimu. Karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mengaku dirinya) bersih.” (An-Nahl: 56) Tidak hanya itu. Kaumnya menantang Nabi Luth agar ia mendatangkan adzab Allah swt. kepada mereka. “Datangkanlah kepada kami adzab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (Al-Ankabut: 29). Karena itu, Nabi Luth meminta pertolongan Allah swt., “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan adzab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.” (Al-Ankabut: 30) Allah swt. murka dan mengabulkan doa Nabi Luth. Dia mengutus para malaikatnya. Para malaikat itu terlebih dahulu menuju ke rumah Nabi Ibrahim a.s. untuk memberi kabar gembira kepada tentang kelahiran anak yang begitu diharapkan Nabi Ibrahim. Setelah itu, para malaikat menceritakan misi besar yang mereka emban atas kaum nabi Luth. Nabi Ibrahim bertanya, “Apakah urusan kamu sekalian, wahai para utusan?” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang pendosa (kaum Luth), agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah yang (keras) yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas.” (Adz-Dzariyat: 31-34) Dialog ini diabadilan Allah swt. dalam Al-Qur’an tidak sekali. “Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk kota (Sodom) ini. Sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zhalim.’ Ibrahim berkata, ‘Sesungguhnya di kota itu ada Luth.’ Para malaikat berkata, ‘Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sunguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya, kecuali isterinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).’” (Al-Ankabut: 31-33) Para malaikat yang terdiri dari Jibril, Mikail, dan Israfil itu berangkat menuju negeri Sodom. Mereka datang dalam wujud pemuda yang berwajah rupawan. Ini sebagai ujian bagi kaum Luth dan agar nanti menjadi alasan untum membinasakan mereka. Para pemuda rupawan itu bertamu ke rumah Nabi Luth tepat ketika matahari terbenam. Nabi Luth yang tidak tahu bahwa mereka adalah malaikat, segera menerima mereka. Nabi Luth khawatir atas keselamatan mereka, apalagi jika diterima oleh orang lain. “Dia (Luth) merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan para pemuda itu, dan dia berkata, ‘Ini adalah hari yang amat sulit.’” (Hud: 77) Bagaiman tidak sulit, sebab malam itu pasti Nabi Luth akan mempertahankan tamu-tamunya dari serbuan kaumnya sebagaimana yang sering terjadi jika ada tamu datang ke rumahnya. Nabi Luth membawa para pemuda yang menjadi tamunya itu masuk ke dalam rumahnya secara diam-diam. Tidak ada yang tahu, kecuali anggota keluarganya. Tapi tiba-tiba isterinya keluar dan menceritakan kepada kaumnya, “Sesungguhnya di rumah Luth ada beberapa anak muda tampan, yang tidak pernah aku lihat orang yang wajahnya setampan mereka.” Maka berdatanganlah orang-orang ke ruman Nabi Luth. Mereka ingin berbuat mesum dengan menyodomi para pemuda yang menjadi tamu Nabi Luth. Melihat gelagat buruk itu, Nabi Luth menasihati mereka agar menikahi anak-anak wanitanya saja. Namun seruan itu sia-sia. Orang-orang yang tidak tahu malu itu berusaha menerobos masuk dan menyerbu para tamu Nabi Luth. Dalam situasi genting itu, malaikat Jibril keluar dan memukulkan ujung sayapnya kepada mereka. Tiba-tiba mata mereka menjadi buta. Akibat pukulan itu kaum Luth mundur sambil mengancam Nabi Luth. Para malaikat menyuruh Nabi Luth pergi dari rumah dengan membawa keluarganya di akhir malam nanti, dan tidak boleh seorang pun menoleh ke belakang. Di hari itu, di akhir malam, Jibril mengangkat rumah-rumah kaum Luth. Semuanya ada tujuh rumah. Rumah-rumah itu diangkat, lalu dibalikkan. Bagian atas ditaruh di bawah kemudian dihempaskan ke bumi. Sementara dari langit batu-batu dari sijjil –yang setiap batu tertulis nama orang yang hendak ditimpakan—menghujani mereka. Hukuman ini tentu bukan sebuah kezhaliman. Sebab, Allah swt. telah menetapkan bahwa Dia tidak akan menghukum orang-orang zhalim, kecuali setelah Dia memberikan argumentasi yang kokoh kepada mereka, dan setelah didahului dengan janji dan acaman yang diberikan kepada mereka lewat diutusnya salah seorang Rasul-Nya yang mulia, untuk mencegah mereka dari perbuatan buruk dan memperingatkan mereka akan adzab Allah yang amat pedih. Rasul Allah itu menyerukan peringatannya di tengah mereka di setiap kota, desa, dan di mana saja. Begitu juga yang dilakukan oleh Nabi Luth. Ia benar-benar memberi nasihat kepada kaumnya. “Mengapa kamu sekalian melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun di dunia ini sebelum kamu?” (Al-A’raf: 80) Kemudian Nabi Luth mengulang perkataannya sebagai nasihat di kala kaumnya semakin tidak menggunakan otaknya lagi. “Sesungguhnya kamu sekalian mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita. Bahkan kamu ini adalah orang-orang yang melampaui batas.” (Al-A’raf: 81) Orang-orang yang zhalim yang tidak memiliki akal sehat lagi itu menjawab dengan ngawur. “Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu ini. Karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mengaku dirinya) bersih.” (An-Naml: 56). Begitulah orang jika sudah diluputi nafsu dan kesesatan, membolak-balikan norma-norma agar sesuai dengan keingan nafsu mereka. Ketika pembangkangan mereka sudah sampai puncaknya, Allah swt. memberikan ujian terakhir kepada Nabi Nuh dengan mengutus beberapa malaikat dengan wujud manusia: pemuda-pemuda yang sangat tampan. Sebagai nabi yang dikenal lapang dada, para pemuda ini singgah. “Luth merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata, ‘Ini adalah hari yang amat sulit.’” (Hud: 77) Dan terdengarlah teriakan kepada kaum homoseks itu bahwa di rumah Nabi Luth ada beberapa tamu yang tampan dan tidak pernah ada pemuda yang setampan mereka. Dengan cepat kabar itu menyebar. Kaum homo itu berdatangan ke rumah Nabi Luth dan mengira akan bisa melampiaskan syahwat menyimpang mereka di sana. “Dan datanglah kaum Luth kepadanya dengan bergegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan keji.” (Hud: 78) Mereka menyerbu masuk ke rumah Nabi Luth. Nabi Luth menahan mereka dengan susah payah. “Hai kaumku, ini putri-putriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kalian kepada Allah, dan janganlah mencemarkan namaku di hadapan tamuku. Tidak adakah di antara kamu orang berakal?” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kamu tahu bahwa kami tidak berhasrat kepada putri-putrimu. Dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami inginkan.” Sungguh sebuah jawaban yang tidak pantas dan secara terang-terangan membangkang. Sungguh berat kondisi Nabi Luth. Ia diserbu tanpa pembelaan. “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolak) kamu sekalian, atau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku melakukannya).” (Hud: 80) Melihat kondisi Nabi Luth yang terdesak seperti itu, barulah para malaikat membuka identitas mereka. “(Tenanglah kamu, hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu. Sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu!” (Hud: 81) Mendengar itu, Nabi Luth sangat gembira. Lalu dikatakan kepadanya, “Sebab itu, pergilah kamu dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikutmu di akhir malam, dan janganlah ada seorang pun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa adzab seperti yang menimpa mereka. Karena sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?” (Hud: 81) Karena kaum Luth tetap membangkang, tetap berhasrat mengganggu tamu-tamu Nabi Luth, dan tidak menjaga kehormatan keluarga Nabi Luth, Jibril memukul wajah mereka dengan ujung sayapnya. Pukulan itu mengakibatkan mata mereka hapus dan mereka menjadi buta. Dalam keadaan buta, mereka mundur dengan melontarkan ancaman, “Besok kamu akan tahu apa yang akan menimpamu, hai orang gila!” Tapi, saat fajar menyingsing datanglah perintah Allah swt. Jibril membedol kota Sodom. Mengangkat tinggi-tinggi rumah-rumah mereka di udara. Lalu membaliknya dan menghempaskannya ke bumi diiringi hujanan batu-batu sijjin. “Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah. (Kami balikan), dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tidak jauh dari orang-orang yang zhalim.” (Hud: 82-83) Isteri Nabi Luth ikut keluar rumah bersama suami dan kedua anak perempuannya. Namun, wanita itu ketika mendengar jeritan dan gemuruh kehancuran kaumnya, menoleh ke belakang. Seketika itu juga sebutir batu jatuh menimpanya. Menembus batok kepalanya. Ia roboh. Musnah seperti kaumnya yang membangkang. Begitulah nasib wanita yang berkhianat kepada suaminya, yang membantu orang-orang membangkang pada ajaran Nabinya. “Allah membuat isteri Nabi Nuh dan isteri Nabi Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami. Lalu kedua isteri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah, dan katakanlah (kepada keduanya), ‘Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).” (At-Tahrim: 10) Begitulah Walihah, isteri Nabi Luth. Wanita ini isteri seorang nabi dan rasul, bahkan keluarga dekat Nabi Ibrahim. Tapi, ia binasa diadzab bersama dengan kaumnya yang membangkang kepada Allah swt.

(11 Jumadil Awal 1430 H / 07 Mei 2009 M)

•October 24, 2009 • Leave a Comment
normal_the%20day%20after%20tomorrow
Di dalam kitab Asyrotul As-Sa’ah yang disusun Imam Yusuf bin Abdillah bin Yusuf Al-Wabil terdapat tanda-tanda kiamat kecil, yaitu : Sejak diangkatnya Muhammad diangkat sebagai Nabi karena Nabi muhammad adalah Nabi terakhir, maka kita adalah umat akhir dari Nabi terkhir. Meninggalnya Nabi. Melimpahnya harta. Dzohirnya fitnah dari timur. Terbunuhnya Sayyidina Usman. Terjadinya perang jamal. Terjadinya perang sipin. Bentrok antara Sayyidina ‘Ali dengan Ibu Siti ‘Aisyah. Munculnya kelompok khowarij. Terjadinya harrah. Fitnah omongan. Manusia lebih senang mengikuti kebiasaan leluhur daripada syari’ah. Ada orang yang mengaku manjadi Nabi. Munculnya perang di Turki perang di luar Arab. Menyepelekan amanat. Hilangnya ilmu dan banyak kebodohan. kedzoliman merajalela. Merebaknya perzinahan. Menyebarnya riba. Banyak yang mabuk minuman keras. Mendirikan masjid tapi tidak ada yang mengisi. Bangunan paling tinggi. Banyak prinsip perbudakan. Banyak perang. Waktu makin terasa. Pusat perdagangan. Banyak syirik. Memutuskan tali silaturrahmi. orang yang sudah tua ingin disebut masih muda. Perekonomian berkembang. Banyak terjadi bencana. terjadi gerhana. Orang sholeh banyak yang meninggal. Orang rendah sering naik ke papan atas. Orang baru mau mengucapkan salam hanya pada orang yang dia kenal. Orang bodoh diikuti umat. Wanita suka membukakan aurat. Orang puas berpidato tetapi pengamalan kurang. Meremehkan sunah-sunah. Banyaknya kebohongan. Lebih banyak wanita. Mati mendadak. Kemungkaran merajalela. Negara arab semakin sulit mengurus buminya. Banyak hujan tetapi pertanian tidak sejahtera. Binatang bicara pada manusia. Terbukanya Istambul sebagai lorong untuk bolak-balik dari timur ke Barat dan sebaliknya.. Banyak orang yang minta mati karena sudah berat menghadapi cobaan. orang yahudi meningkatkan memerangi islam Kota Madinah akan mengalami kehancuran. Suatu saat sebelum kiamat Ka’bah akan hancur..


Tanda-tanda kiamat besar, yaitu : Turunnya Imam Mahdi. Muncul dajjal. Turunnya Isa as. Sekelompok manusia dari zaman. Seluruh bumi diliput asap selama 40 hari sehingga terasa malam. Setelah gelap sekian lama datanglah cahaya matahari di sebelah barat. Datanglah dabah, binatang melata yang membawa tongkat Nabi Musa dan dipukulkannya kepada jidat manusia sehingga apabila orang itu kafir akan tertulis kafir pada jidatnya dan apabila muslim akan tertulis muslim pada jidatnya. Datanglah api menggiring manusia. Ditiupnya sangkakala..

MUJAHADAH….

•October 16, 2009 • Leave a Comment

MUJAHADAH

1. Apakah pengertian mujahadah.

• Pengertian MUJAHADAH secara umum adalah : berjuang, bersungguh – sungguh, berperang melawan musuh.

Didalam Wahidiyah yang dimaksud adalah bersungguh–sungguh memerangi dan menundukkan hawa nafsu untuk di arahkan kepada kesadaran Fafirru – Ilalloh wa Rosulihi SAW.

• Pengertaian MUJAHADAH secara KHUSUS adalah : Pengamalan Sholawat Wahidiyah atau sebagian dari padanya menurut adab, cara dan tuntunan yang diberikan oleh Muallif Sholawat Wahidiyah, sebagai penghormatan kepada Rosululloh SAW dan sekaligus merupakan doa permoohonan kepada Alloh SWT yang diperuntukkan diri pribadi dan keluarga baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, bagi bangsa dan negara serta pemimpin mereka di segala bidang dan umumnya bagi segalah makhluk ciptaan Alloh SWT.

2. Sebutkan dasar Mujahadah !.

Alloh SWT berfirman :

Artinya : ‘‘ Dan orang – orang yang bersungguh – sungguh untuk mencari keridloan kami, benar – benar Kami tunjukkan kepada mereka jalan – jalan Kami ”

Syekh Imam Al-Ghozali Berkata :

‘‘Mujahadah adalah kunci hidayah tidak ada kunci untuk memperoleh hidayah selain Mujahadah”

3. Apakah faedah Mujahadah ?

Faedah Mujahadah antara lain :

• Menjernikan hati dan marifat Billah ( sadar kepada Alloh )

• Memperoleh hidayah Taufiq Allah SWT, Syafaat Tarbiyah Rosululloh SAW, Barokah Ghoutsu Hadzaz Zaman R.A

• Mendidik menjadi orang yang sholeh / Sholihah, yang senantisa mendoakan kedua orang tuanya / leluhurnya.

• Keamanan, ketentraman , kedamaian kesejahteraan, dan keberkahan hidup.

4. Sebutkan adab – adab Mujahadah ?!

Adab – adab Mujahadah adalah :

• Dijiwai Lillah – Billah, Lirrosul – Birrosul, Lilghouts – Bilghouts

• HUDLUR : hati showan / ingat / menghadap kepada Alloh SWT.

• ISTIHDLOR : merasa benar – benar berada dihadapan Alloh SWT.

• Disertai TA‘DHIM ( menghormat ) dan MAHABBAH ( mencintai ) Rosululloh SAW.

• Disertai dengan Tadzallu (merasa rendah dan hina ) wal Iftiqor ( merasa sangat membutuhkan ) TADHOLLUM ( merasa dholim dan berlarut – larut penuh dengan dosa dihadapan Alloh SWT wa Rosulihi SAW wa Ghouts Hadzaz – Zaman Ra.

• Berkeyakinan bahwa Mujahadahnya / doanya diijabahi ( diterima ) oleh Allaoh SWT ( jangan sampai ragu – ragu ).

• Merasa benar – benar ma’mum / mengikuti Hadrotul Mukaram Mbah Yahi, maka gaya, lagu, sikap, dan cara melaksanakan Mujahadah harus sesuai dengan tuntunan Beliau .

• Adab lahir supaya di sesuaikan dengan adab batin dan di anjurkan dalam keadaan dalam hadats ( tidak batal ).

5.Sebutkan macam – macam Mujahadah :

macam – macam mujahadah adalah :

• Mujahadah Yaumiyah

• Mujahadah Usbu iyyah

• Mujahadah Syahriyah

• Mujahadah Ru`‘busanah

• Mujahadah Nishfusana

• Mujahadah Kubro

• Mujahadah Khusus

• Mujahadah Non stop

• Mujahadah Momenti / Waktiyah

• Mujahadah Muqaddimah

• Mujahadah 40 hari.

6. Apa yang di maksud dengan Mujahadah 40 hari !

Mujahadah 40 hari. : adalah Mujahadah yang dilaksanakan selama 40 hari dengan cara – cara sebagaimana yang tertulis didalam Lembaran Sholawat Wahidiyah

7. Apa yang di maksud dengan Mujahadah Yaumiyah?

Mujahadah Yaumiyah : adalah Mujahadah yang dilaksanakan setiap hari oleh seiap pengamal Wahidiyah sesudah melaksanakan mujahadah 40 hari.

8 Apa yang di maksud dengan Mujahadah Usbu iyyah?

Mujahadah Usbu iyyah : adalah Mujahadah berjamaah yang dilaksanakan seminggu sekali oleh pengamal Wahidiayah satu kelompok / satu kampung / satu desa yang diatur oleh Penyiar Sholawat Desa.

9 Apa yang di maksud dengan Mujahadah Syahriyah!

Mujahadah Syahriyah : adalah mujahadah yang dilaksanakan oleh pengamal Wahidiyah sewilayah kecematan dalam sebulan / delapan hari sekali, yang diatur oleh pengamal Wahidiyah Desa.

10 Apa yang di maksud dengan Mujahadah Rubu’ussanah / Triwulan?

Mujahadah Rubu’ussanah / Triwulan : adalah Mujahadah yang dilaksanakan oleh pengamal Wahidiyah sekab./ Kodya dalam tiga bulan sekali yang diatur oleh pengamal Wahidiyah Kab. / Kodya.

11. Apa yang di maksud dengan Mujahadah Nisfussanah ?

Mujahadah Nisfussanah : adalah yang dilaksanakan seluruh pengamal Wahidiyah sewilayah propinsi dalam setengah tahun sekali yang diatur oleh penyiar Sholawalat Wahidiyah Propinsi

12. Apa yang di maksud dengan Mujahadah Kubro ?

Mujahadah Kubro : adalah Mujahadah yang dilaksanakan seluruh pengamal Wahidiyah dua sekali setahun yaitu : Bulan Suro, / Muharam dan Bulan Rojab, yang diatur oleh Penyiar Sholawat Wahidiyah Pusat.

13. Apa yang di maksud dengan Mujahadah Khusus ?

Mujahadah Khusus : adalah Mujahadah yang dilaksanakan secara khusus . misalnya Mujahadah yang dilaksanakan sebelum melaksanakan tugas, Mujahadah Lapanan, Triwulan, Kubro dsb.mujahadah yang dilaksanakan secara khusus oleh anggota Penyiar Sholawat Wahidiyah

14. Apa yang di maksud dengan Mujahadah Non stop

Mujahadah Non stop : adalah Mujahadah yang diklaksanakan terus – menerus dalam waktu yang di tentukan secara estafet.

15. Apa yang di maksud dengan Mujahadah Momentil / Waktiyah

Mujahadah Momentil / Waktiyah: adalah Mujahadah yang dilaksanakan pada waktu tertentu yang diintruksikan oleh Penyiar Sholawa wahidiyah Pusat misalnya Menjelang Pemilu, Hari Besar Islam / Nasional dsb.

16. Apa yang di maksud dengan Mujahadah Muqaddimah

Mujahadah Muqaddimah : adalah Mujahadah yang dilaksanakan dalam resepsi acara–acara Wahidiyah, lazimnya sebagai mata acara yang ketiga atau mujahadah yang di laksanakan sebelum musyawarah- musyawarah Wahidiyah / pengajian–pengajian Wahidiyah . mujahadah tersebut istilah populernya disebut ‘‘ Muqodimah Sholawat Wahidiyah ”

17. Bagaiman tuntunan imam Mujahadah !

tuntunan imam Mujahadah adalah :

a. Menerapkan adab – adab Mujahadah seperti tersebut di atas

b. Sebelumnya mujahadah khusus sendiri.

c. MengucapkEm salam dengan baik dan menghayati maksudnya, kemudian membaca basinalah dan khuthbah ala Wahdiyah. (Juga supaya dihayati maksudnya). Amma Ba’du.

d. Bacaan ILAA HADROTI tidak perlu dibaca keras,cukup dalam hatinya.

e. Banyaknya bilangan pembacaan tiap-tiap bagian disesuaikan dengan ketentuan yang ada.

f. Untuk meniakhiri melaksanakan tugas,menjucap : wabillaahit. Tauflq wal hidaayah wa minar Rosuli SAW Asy Syafa’ah wat Tarbiyah wamin Ghoutsi Hadaz Zaman Rodliyalloohu ‘anh An Naddroh wal barokah. Wassala amu ‘alaikum Wr. Wb.

18. Apa yang di maksud dengan Nidak Fafirru- ilalloh menghadap 4 penjuru?

Nidak Fafirru- ilalloh menghadap 4 penjuru maksudnya adalah mengajak secara bathiniyah agar umat dan masyarakat sedunia termasuk diri kita sendiri sekeluarga cepat- cepat lari kembali mengabdi diri dan sadar kepada Alloh SWT.

19. Bagaiman cara melaksanakanya ?

Cara melaksanakannya :

a. Sikap batin mengetrap jiwa sekuat – kuatnya memohon kepada Alloh SWT gar Nidak / ajakan ini disampaikan kepada hati sanubari ummat masyarakat seluruh dunia termasuk diri kita sendiri keluarga, dengan kesan yang mendalam .

b. sikap lahir disesuaikan dengan batin, kedua tangan lurus disamping kedua paha, pandangan mata lurus kedepan, ( tidak menunduk dan tidak menoleh ) pemindahan arah harap sesudah sempurna membaca Waqulja…..dan mendahulukan kaki kanan.

c. yang di baca setiap arah adalah Al Fatihah 1x Fafirru ilalloh 3X, Waqulja….. dsb 1x. Yang pertama menghadap barat,lalu kearah utara, timur , dan selatan.

20. Apa artinya Fafiruuilallooh ?

Artinya :”Larilah kembali kepada Alloh”

21. Apa artinya Waqulja…….dst.!

Artinya Waqulja……..dst artinya : dan katakan lah (wahai Muhammad ) perkara yang Haq telah datang dan musnahlah perkra yang batil sesungguhnya perkara yang batal itu pasti akan hancur / musnah Waqulja..dst maksudnya : adalah memohon supaya perbuatan dan akhlak – akhlak yang jahat dan yang merugikan ummat masyarakat segera di ganti oleh Alloh dengan akhlak yang baik yang membuahkan manfaat dan menguntungkan ummat dan masyarakat yang diridloi oleh Alloh SWT wa rosuliihi SAW apabila memang menjadi suratan takdir tidak bisa di perbaiki lagi , dari pada semakin lama, semakin berlarut – larut, makin hebat menimbulkan kerusakan dan kehancuran lebih baik lekas di musnakan saja ! ini soal mental bukan soal fisik. Terutama kita arah kan untuk diri kita sendiri .

22. Apakah maksud dan tujuan tasyafu’an dengan berdiri ?

Maksudnya adalah untuk mencetuskan rasa Ta’dhim (menghormat) memulyakan dan mencinta sedalam-dalarnnya kepada Rosululloh SAW wa Ghoutsi Hadzaz Zaman wa saairi ahbaabillaahi RA, dengan hati yang tulus semumi-murninya.

DASARNYA : SABDA NABI SAW :

‘Berdirilah kamu sekalian untuk menghormat pimpinan atau orang-orang pilihanmu “.

23. Darimana datang nya tangis dan apa sebabnya ?

Tangis datang dari diri orang menangis itu sendiri yang disebabkan oleh adanya suatu sentuhan jiwa atau rangsangan batin.

Contoh sebab – sebab adanya tangis :

• Tangisnya bayi disebabkan adanya sesuatu yang di butuhkan atau yang dirasakan pada dirinya seperti lapar, sakit, badan terasa kotor, dll.

• Sebab adanya susah karena mengalami musibah atau penderitaan yang berat seperti sakit, kematian sanak famili, kehilangan kekasih, harta benda dll.

• Sebab terlalu senang / gembira.

• Sebab terlalu takut pada sesuatu.

• Sebab adanya sesuatu yang berhubungan atau berkaitan kepada Alloh SWT. Wa Rosulihi SAW dalam jiwa yang menangis.

24. Tangisan dalam Wahidiyah itu berhubungan dengan siapa ?

Tangis didalam Wahidiyah adalah tangis yang berhubungan atau berkaitan dengan Alloh SWT. Wa Rosulihi SAW dan motif tangis dalam Wahidiyah dapat terjadi dari bermacam – macam faktor ( pengaruh )

Misalnya :

• karena perasaan takut ( Khosyyah ) kepada Alloh SWT

• Karena adanya sentuhan jiwa yang halus sehingga merasa penuh berlumuran dosa, penuh berbuat kedholiman, merugikan masyarakat dsb.merasa berasa

berdosa kepada Alloh SWT, berdosakepada Rosululloh Saw, dosa terhadapa orang tua anak keluarga, terhadap gur, bangsa,negara pada umumnya.

• Karena sentuhan batin berupa ‘‘ Syauq ” dan ‘‘ Mahabbah ”( rindu dan cinta ) yang mendalam kepada Alloh wa Rosulihi SAW.

• Karena perasaan kagum atas keagungan Alloh SWT atas sifat jalal dan Jamal – NYA dan atas kasih sayang dan jasa serta pengorbanan Junjungan kita Kanjeng Nabi Muhammad SAW kepada ummatNya dsb. Semua itu semata – mata karena atas Fadlol dari Alloh SWT, Syafaat Rosululloh SAW dan Nadhroh Barokah dari Ghouts Hadzaz Zaman Ra. Yang harus di syukuri.

25. Apakah para nabi, para rosul dan orang-orang sholeh dahulu ada yang menangis berhubungan kepada Alloh SWT ?

Para Nabi, para Rosul mulai dari kanjeng Nabi Adam AS sampai Kanjeng Nabi Muhammad SAW serta orang–orang sholeh semua pernah menangis yang ada hubungannya kepada Alloh SWT, bahkan tangisan itu menjadi sunnahNya, terutama ketika mendengar ayat–ayat Alloh SWT, sesudah melakukan hal–hal yang tidak diridloi oleh Allah SWT, seperti Kanjeng Nabi Adam AS yang hanya melakukan satu kesalahan saja, Beliau menangis dalam waktu ratusan tahun, dan lain sebagianya

26. Adakah firman Alloh SWT yaNg menunjukkan hal tersebut?

Ada, yaitu :

“Mereka itu adalah orang-orang yang diberi nVinat oleh Alloh SWT, yaitu para Nabi dari keturunan Adam dan dari orang-orang yang Kami bawa bersama NA, dan dari keturunan-Ibrahim & Ismail dan dari orang-orang yang telah Kami beripetunjuk dan telah Kami pilik Apabila telah dibacakan kepada mereka ayat-ayat Alloh Yang Maha Pemurah, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis”(19 – MAR YAM 58).

27. Adakah Nabi menyuruh kita supaya menangis ?

ada ! Nabi SAW memerintahkan kita supaya menangis

1. Nabi SAW bersabda :

Artinya :‘‘Wahai para manusia ! menangislah kamu sekalian karena Alloh SWT , maka jika kamu belum bisa menangis , berusahalah untuk menangis ‘’ riwayatkan oleh Abu Dawud.

“ Kuasailah ( jagalah ) lisan mu dan jembarkanlah rumahmu dan tangislah dosa dosamu Diriwayatkan Tirmizi dari Uqbah bin Amir”

Bahwa orang yang menangis itu mempunyai keuntungan yang sangat istimewah sebagaiman Nabi SAW bersabda :

28. Adakah hadits yang menunjukan keuntungan orang yang menangis dan apa kerugian orang yang tidak menangis?

Ada yaitu sabda Rosulullooh Saw. :

Artinya :‘‘ Dua jenis mata yang tidak akan tersentuh api neraka ialah : satu mata yang menangis kerena takut pada Alloh SWT dua , mata yang semalaman tidak tidak tidur untuk berjaga dalam sabilillah.”

Dan kerugian orang yang tidak mau menangis dia akan dimasukan kedalam neraka , dan sebagaimana tercantum dalam Firman Alloh :

Artinya :‘‘ maka apakah kamu heran atas pemberitaan ini ? kamu mentertawakan tidak menangis ? sedangkan kamu melengahkan !”

Dan sabda Rosululloh :

Artinya :‘‘ barang siapa berbuat dosa dan dia tertawa, maka dia akan masuk kedalam neraka sambil menangis.‘‘

29. Mengapa memanggil Rosululloh dengan sebutan “ YAA SAYIDII”?

Karena Beliau di panggil dengan ‘‘ SAYYID ” karena Beliau adalah Pemimpin NYA semua anak cucunya Nabi Adam AS dan kita termasuk anak cucu nya, jadi tidak salah kita memanggilnya dengan sebutan ‘‘ SAYYID ” karena ini untuk penghormatan Beliau .

Sabdab Rosululloh SAW :

Artinya : Saya adalah ‘‘ SAYYID ” ( pemimpin ) semua anak Nabi Adam ” Bahkan didalam Al–Qur‘an Allah SWT menyuruh kita memanggil Beliau dengan penghormatan.

30. Adakah Al- qur’an yang memerintahkan kita supaya memanggil Beliau dengan menghormat

Allah SWT berfirman :

Artinya : ‘‘ Jangan kamu memanggil Rosul seperti panggilan sebagian kamu kepada yang lain ”

31. Apa tujuan dan maksud Nida’ Yaa sayidii Yaa rosulullooh “

Tujuan dan maksud Nidak Yaa Sayyidii -Yaa Rosululloh adalah :

• Ta’dim wa Tawadduban : Mengagungkan dan beradab.

• Tasyaffuan : Mohon syafaat

• Mahabbatan : Cetusan rasa cinta

• Syauqon : Rindu yang mendalam

• Thadhollul wal inkisar : Merasa hina dan menyesali segala dosa

32. Nidak ‘‘YAA SAYYIDII – YAA ROSULULLOH” dapat menalqi orang yang sedang sakaratul maut . jelaskan !

Nidak ‘‘YAA SAYYIDII – YAA ROSULULLOH” dapat untuk menaungi orang yang sedang sakratul maut sebab dengan Yaa Sayyidii Yaa Rosulalloh dimaksudkan sebagai Tawassul memohon syafaat Kanjeng Nabi SAW. SEDANGKAN Beliau :

Terkabulnya Syafa’at di dunia dan akhirat

Dalam Kitah Jami’ul Ushul hal : 172. Diterangkan sbb :

“Sesungguhnya rohaniyah Beliau SAW itu seperti Jawsmaniyahnya (semasa hidup maupun setelah wafat) dalam hal membimbing dan. sebagai sum bernya pertolo ngan d,an sebagai tempat keluarnya idayah dan petunjuk Alloh SWT kapan saja dan dimanapun’

pengalaman dalam Wahidiyah menaungi orang yang sakratul maut dengan Yaa Sayyidii Yaa Rosululloh, Al-Hamdulillah dikaruniai kemajuan dan kemudahan si sakaratul maut dalam persiapan menghadap kembali kepda Alloh SWT, Al- Hamdulillah Haadzaa Min Fadli Robbii. Dan Nidak Yaa Sayyidii Yaa Rosululloh juga sebagai usaha untuk memperhubungkan rohaniyah kita dengan Kanjeng Nabi SAW.

Disebutkan dalam Tafsir Showi :

Artinya :‘‘ seberapa dekatnya ( seseorang ) terhadap Rosululloh SAW maka sebegitulah ukuran dekatnya ( seseorang ) kepada Alloh SWT.

Rahasia di Balik Amaliyah Manaqiban

•October 16, 2009 • Leave a Comment

Oleh : KH. Abdul Gaos Saefulloh Maslul

10216_1101713272922_1529402252_30290639_6398288_n

Definisi rahasia menurut keterangan di dalam kitab tentang ketentuan-ketentuan sesuatu adalah salah satu komponen yang ada pada diri manusia yang disimpan dalam qolbu, seperti ruh di dalam jasad, seperti tempat cinta, hati tempat keinginan.

Amaliyah manaqiban di dalamnya penuh dengan ‘amaliyah’. ‘Penuh’ disini diartikan karena datang dan didatangi , yang mendengarkan dari jauh maupun dari dekat (tempat manaqiban), atau yang datang tidak untuk manaqiban, tetapi untuk sekedar ingin tahu ataupun berjualan, semuanya terlibat dengan ‘amaliyah manaqiban’, sadar atau tidak sadar. Malah Informasi seperti ‘Blog’ ini pun terlibat di dalamnya. Demikian juga transportasi baik transportasi udara, transportasi laut maupun transportasi darat terutama Angkutan Kota dan Angkutan Pedesaan pun, seluruhnya selalu melibatkan diri di dalam ‘amaliyah manaqiban’.
Puluhan ribu manusia berdesakan tanpa di undang, seluruhnya datang hanya untuk mengejar rahasia, ‘ADA APA DENGAN MANAQIBAN ?‘, Rahasia ini malah membuat orang yang belum pernah tahu apa manaqiban itu, terkadang usil dalam ceramahnya dengan mengungkit-ungkit manaqiban, bukan hanya menjelekkan, tetapi menganggap perbuatan itu syirik / menyekutukan Tuhan, lalu menyebut-nyebut SYEIKH AHMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL ‘ARIFIN (Pengersa Abah Anom), menyebut-nyebut ‘SURYALAYA’-nya, Dzikirnya keras-keras dan lain-lain yang menjurus kepada melecehkan, mencemohkan dengan nada-nada yang sinis. Hal itulah yang membuat penasaran orang yang mendengar. Secara langsung atau tidak langsung penceramah itu melibatkan dirinya di dalam manaqiban, dengan tidak disadari, orang itu menyuruh datang ke tempat manaqiban.

Jangan terlalu jauh mengungkap rahasia di balik amaliahnya, bukti manaqiban-nya saja adalah rahasia, walaupun jelas, nyata, terdengar, terlihat. Kalau bukan dan tidak rahasia, mengapa orang-orang yang jauh-jauh pada datang ke tempat Manaqiban, seperti orang dari negara Singapore, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Hongkong, Australia pada datang menghadiri manaqiban.
Kalau manaqiban itu bukan sesuatu rahasia, walaupun bersifat lahiriyah saja kelihatannya, mengapa pendiri manaqiban itu tidak ada yang bangkrut secara ekonomi. Semakin banyak yang mendirikan manaqiban, pencandu manaqiban hidupnya barokah. Ada apa di dalamnya ? Silakan menjadi manusia yang penasaran dengan Manaqiban.

Pada saat manaqiban telah di mulai dan sampai dengan selesai, dicontohkan oleh Syeikh Mursyid kamil mukamil SYEIKH AHMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL ‘ARIFIN (Pengersa Abah Anom) beliau tidak bergerak ke kiri dan ke kanan (khidmat), duduk nunduk “TAWAJJUH” kearah di mana satu nama Alloh tertanan di dalamnya.

Menurut Kitab At-Ta’rifat halaman 116 disebutkan :
“Rahasia itu adalah latifah / sesuatu yang halus yang diletakkan disimpan di dalam hati seperti ruh disimpan di dalam badan dan itu adalah tempat menyaksikan segala sesuatu, seperti sesungguhnya ruh itu tempat mahabbah / mencintai, menyukai dan hati adalah tempatnya keinginan, kemauan“.

AMALIYAH
Amaliyah adalah perbuatan anggota badan lahir, ibadah nyata, yang mengambil banyak resiko pengorbanan, karena perbuatan dunia untuk dunia dan akhirat, makan waktu yang tidak sedikit, memerlukan sikap yang serius, bukan main-main, karena didalamnya ada berbagai untaian acara. Dari membaca Al-Qur’an, membaca sholawat, membaca tanbih, membaca tawassul, membaca Manaqib Syeikh Abdul Qodir al-Jaelani Qoddasallohu Sirrohu, membaca doa dan syarahan/tausyiah/ceramah, yang disebut khidmat ‘ilmiyah.