SILATURAHMI MALAIKAT KEPADA AHLI DZIKIR (KH. Ayi Burhanudin

Allah Swt. berfirman dalam surat al-Furqon ayat 62 :

Artinya : Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin berdzikir atau orang yang ingin bersyukur.

Jadi mereka yang tidak mau berdzikir dan bersyukur sebenarnya tidak boleh memiliki malam dan siang. Alhamdulillah kita telah bertemu dengan Pangersa Abah dan telah diberikan dzikir sehingga kita bisa bersyukur. Dzikir Laa Ilaha Illallah adalah yang paling utama, paling istimewa, pimpinan dzikir, inti dzikir. Nabi Saw. bersabda yang terdapat dalam kitab Ihya 'Ulumuddin, bahwa yang akan mengabadikan semua amal kita seperti shalat, zakat, puasa, ibadah haji dan semua amal ibadah baik yang wajib ataupun yang sunnat serta menjadikannya amal soleh adalah karena dibawa oleh kalimat Laa Ilaha Illallah. Kalau tidak ada kalimat itu, maka tidak akan abadi semua amal soleh kita.

Kalimat ini merupakan kalimat inti pimpinan dzikir, sebagaimana ditegaskan dalam kitab Azkar Nawawi. Maka jika Ikhwab datang ke tempat Manaqiban, majlis dzikir itu adalah majlis malaikat. Hal ini disebutkan juga dalam kitab Abwabul farod dan sebenarnya semua tempat dzikir, tempat manaqiban menurut ilmu ialah Majlis Malaikat. Bahkan Nabi Daud as. yang tertulis dalam kitab Ihya 'Ulumuddin Beliau bersumpah kepada Allah, "Yaa Allah, Apabila Engkau melihat aku melewati sebuah majlis dzikir tetapi tidak mengikutinya, maka putuskan saja kakiku".

Semua malaikat berkunjung kepada ahli dzikir untuk bersilaturahmi sebagaimana tercantum dalam manqobah Tuan Syekh Abdul Qodir al-Jailani qs. : "Manusia ada gurunya, malaikat ada gurunya, jin ada gurunya dan aku adalah guru semuanya". Jadi semua malaikat berduyun-duyun datang kepada ahli dzikir untuk bersilaturahmi.